VISI MISI

Pertemuan rutin usila sedap malam RW IV Kelurahan curahgrinitng

Posyandu usila di wilayah RW IV Kelurahan curahgrinting Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo yang di laksanakan pada tanggal 2 Nopember 2017 di rumah Ibu Ketua RW IV jalan citarum C 3, yang diadakan setiap 1 bulan sekali di wilayah tersebut. Antusias warga usia lanjut di RW IV sangat bagus sekali partisipasi dan keinginannya untuk memeriksakan kesehatannya di posyandu usia lanjut di wilayah RW IV.

Yang bertugas dalam Posyandu Usila tersebut di hadiri oleh kader wilayah RW IV dan petugas kesehatan dari Puskesmas Kanigaran untuk memeriksakan bapak ibu usila yang hadir, adapun berbagai tes yang di lakukan di antaranya seperti cek tensi darah, cek kadar gula, dan lain sebagainya. Dilanjut dengan pengarahan atau sosialisasi tentang kesehatan dari petugas kepada bapak ibu usilanya. Dan setelah melalui berbagai tahap selanjutnya bapak ibu usila mendapatkan PMT dari petugas diantaranya seperti susu dll.

Adapun berbagai macam penjelasan tentang posyandu usila di antaranya sbb :

Pengertian Posyandu Lansia

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya bagi warga yang sudah berusia lanjut. Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi kaum usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg menitikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative. Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yg mencakup kegiatan yankes yg bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan berdayaguna.

Tujuan khusus

  1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya
  2. Meningkatkan kemampuan & peran serta masy dlm menghayati & mengatasi masalah kesh lansia scr optimal
  3. Meningkatkan jangkauan yankes lansia
  4. Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :

  1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
  2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:

  1. Meja 1: Pendaftaran

Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.

  1. Meja 2: Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah
  2. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)

Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan.

  1. Meja 4: Penyuluhan

Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan tambahan.

  1. Meja 5: Pelayanan medis

Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.

 

  1. Kader Lansia (pengertian, tugas, organisasi, pendanaan) 
  2. Pengertian Kader Lansia

Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.

  1. Tugas Kader Lansia

Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut :

  1. Tugas-Tugas Kader

1)      Tugas sebelum hari buka Posyandu (H – Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas persiapan oleh kader agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan baik.

2)      Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk melaksanakan pelayanan 5 meja.

3)      Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas setelah hari Posyandu.

  1. Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia

1)      Tugas-tugas kader Posyandu pada H – atau pada saat persiapa hari Posyandu, meliputi :

  1. a) Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.
  2. b) Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke Posyandu
  3. c) Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan rencana kegiatan kepada kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas sector bisa hadir pada hari buka Posyandu.
  4. d) Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara kader Posyandu baik untuk persiapan untuk pelaksanaan
  5. Organisasi Kader Lansia

1)      Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, px kesh (gizi, jiwa, lab), pengobatan sederhana, pemberian suplemen vitamin, PMT

2)      Peningkatan olahraga

3)      Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha

4)      Bimbingan pendalaman agama

5)      Pengelolaan dana sehat

6)   Pendanaan Kadar Lansia

 

ACARA BERSIH DESA / SELAMATAN DESA dan SANTUNAN ANAK YATIM Kelurahan Curahgrinting

Pada tanggal 8 Oktober kemarin Kelurahan Curahgrinting mengadakan selamatan desa dan santunan anak yatim yang dimuali pada pagi hari sampai malam hari, adapun rangkaian kegiatan yang diselenggarakan mulai dari pagi harinya bersih-bersih atau kerja bhakti wilayah setiap RT dan RW masing-masing, lanjut sore hari acara bazar dari UKM Kelurahan Curahgrinting sendiri. Setiap Ketua RT dan RW mewajibkan kepada warganya yang memiliki UKM untuk menyumbang pada acra selamatan desa tersebut, untuk tempat dan perlengkapannya sudah di sediakan oleh panita penyelenggara.

Pada malam hari dilanjut acara pengajian dan santunan anak yatim yang di hadiri oleh Camat Kanigaran dan Lurah beserta staf kelurahan Curahgrinting untuk ikut memeriahkan acara tersebut.

Kunjungan Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran dan Ketua TP PKK Kelurahan Curahgrinting ke Posyandu RW I

Pada tanggal 2 Nopember 2017 Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran atau yang mewakili berkunjung ke posyandu MAWAR RW 1 yang di dampingi oleh sekertaris PKK Kecamatan berserta jajarannya dan hadir juga Ketua TP PKK Kelurahan Curahgrinting, dalam kunjungan tersebut Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Kelurahan memantau secara langsung kegiatan di posyandu tersebut diantaranya mulai dari daftar hadir, timbang, penyuluhan, dan BKB tidak lupa Ketua juga memantau secara langsung proses belajar mengajar BKB yang di laksanakan di posyandu tersebut.

Dari Kecamatan memberikan bantuan berupa PMT yang akan di bagikan pada balita di wilayah RW 1, Ketua PKK juga menyampaikan kepada ibu balitanya agar tidak malas untuk membawa balitanya berkunjung ke posyandu, agar balitanya di pantau secara langsung oleh kader atau pihak kesehatan yang bertugas pada posyandu tersebut. mulai dari kendala yang di alami oleh balitanya ataupun ibu balitanya, contohnya seperti sulitnya balita naik berat badan, penyuluhan bagi ibu hamil atau ibu menyusui.

Balita yang berkunjung di wilayah RW 1 sekitar 98 balita dari 154 seluruh balita di wilayah RW 1, tips untuk ibu kader bagi yang tidak hadir pada posyandu akan disiarkan melalui musholla terdekat dan telfon ibu balitanya untuk berkunjung ke posyandu, jika cara tersebut tidak berhasil juga maka ibu kadernya akan kunjungan kerumah untuk memantau secara langsung balitanya.

ADAPUN TUGAS KADER POSYANDU DI ANTARANYA SBB :

Kegiatan 1, tugas-tugas kader sebagai berikut :

  1. Mendaftar bayi / Balita, yaitu menuliskan nama bayi / Balita pada KMS dan secarik kertas yang diselipkan pada KMS
  2. Mendaftar ibu hamil, yaitu menuliskan nama ibu hamil pada Formulir atau Register Ibu Hamil

Kegiatan 2, tugas-tugas kader sebagai berikut :

  1. Menimbang bayi / balita
  2. Mencatat hasil penimbangan pada secarik kertas yang akan dipindahkan pada KMS

Kegiatan 3, tugas-tugas kader sebagai berikut:

Mengisi KMS atau memindahkan catatan hasil penimbangan balita dari secarik kertas kedalam KMS anak tersebut.

Kegiatan 4, tugas-tugas kader sebagai berikut :

  1. Menjelaskan data KMS atau keadaan anak berdasarkan data kenaikan berat badan yang digambarkan grafik KMS kepada ibu dari anak yang bersangkutan.
  2. Memberikan nasehat kepada setiap ibu dengan mengacu pada data KMS anaknya atau dari hasil pengamatan mengenai masalah yang dialami sasaran
  3. Memberikan rujukan ke Puskesmas apabila diperlukan, untuk balita, ibu hamil dan menyusui berikut ini :
  • Balita : apabila berat badannya dibawah garis merah (BGM) pada KMS, 2 kali berturut-turut berat badannya tidak naik, kelihatan sakit (lesu-kurus, busung lapar, diare, rabun mata dan sebagainya)
  • Ibu hamil atau menyusui : apabila keadaannya kurus, pucat, bengkak kaki, pusing terus menerus, pendarahan, sesak napas, gondokan dan sebagainya
  • Orang sakit
  • Memberikan pelayanan gizi dan kesehatan dasar oleh kader Posyandu, misalnya pemberian tablet tambah darah (tablet besi), vitamin A, Oralit, dan lain sebagainya.

Kegiatan 5, merupakan kegiatan pelayanan sektor yang biasanya dilakukan oleh petugas kesehatan, PLKB, dan lain-lain. Pelayanan yang diberikan antara lain :

  1. Pelayanan Imunisasi
  2. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
  3. Pengobatan
  4. Pemberian tablet tambah darah (tablet besi), vitamin A dan obat-obatan lainnya
  5. Pemeriksaan kehamilan bagi Posyandu yang memiliki sarana yang memadai dan lain-lain sektor yang terkait.

 

 

Rapat pembentukan pengurus selamatan desa / bersih desa Kelurahan Curahgrinting

Pada tanggal 10 Oktober 2017 Kelurahan Curahgrinting mengadakan pertemuan untuk pengurus selamatan desa / bersih desa yang di laksanakan di Aula Kelurahan Curahgrinting jam 18.30 yang di hadiri oleh Lurah Curahgrinting, Sekertaris Kelurahan Curahgrinting, Ketua LPM Curahgrinting, Sekertaris LPM Curahgrinting, Staf Kelurahan Curahgrinting dan Ketua RW dan Ketua RT beserta Kader yang hadir dalam acara tersebut.

dalam acara pertemuan pengurusan tersebut Lurah menyampaikan supaya yang ditunjuk sebagai pengurus bersih desa bertanggung jawab atas berlangsungnya acara yang akan di laksanakan tersebut, dan panitia harus stay terlebih dahulu sebelum acara pengajian pada malam harinya berlangsung, untuk warga yang memiliki UKM untuk mengisi acara bazar pada selamatan desa tersebut akan di sediakan tempat dan meja untuk berjualan, panitia sudah menyiapkan lengkap bagi yang memiliki UKM dan warganya hanya tinggal menempati dan berjualan.

Ketua LPM juga menyampaikan agar warganya ikut berpatisipasi juga meskipun tidak memiliki UKM, dan banyak juga hiburan yang akan berlangusng pada acara selamatan desa tersebut. Dan salah satu kegiatan yang penting adalah santunan anak yatim, masalah biaya dalam acara tersebut di dapat dari swadaya masyarakat dan sumbangan dari PT, CV, dll. Acara tersebut benar-benar sudah di atur oleh panitia sekaligus pengurus acara selamatan desa dengan detail dan rinci.

Pembinaan pokja I sampai IV Kelurahan Curahgrinting

 

Pembinaan pokja I sampai pokja IV pada tanggal 2 Oktober 2017 jam 14.00 WIB bertempat di ruangan Lurah Curahgrinting yang di buka oleh ketua TP PKK Kelurahan Curahgrinting. Tujuan dari pembinaan tersebut guna memperlancar adminitrasi pembukuan pokja supaya tidak terbengkalai dikemudian hari saat ada lomba dari PKK Kota dan PKK Provinsi, Ketua TP PKK Kelurahan juga memberikan pengarahan kepada kader agar selalu aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Dan tidak lupa Ibu Ketua juga mengingatkan kembali akan tugas dan tanggung jawab pokja I sampai Pokja IV diantaranya sebagai berikut:

 

1. Pokja I

Mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila  dan Program Gotong Royong.

Tugas

  1. Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Meningkatkan ketahanan keluarga dalam rangka mewujudkan kesadaran setiap warga tentang  Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN)
  3. Memantapan Pola Asuh Anak dan remaja dalam keluarga serta perlindungan anak melalui Lokakarya dan Ujicoba.
  4. Peningkatan pemahaman dan pengamalan perilaku budi pekerti dan sopan santun dalam keluarga dan lingkungan
  5. Meningkatkan pemahaman peraturan perundangan yang berkait dengan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pencegahan perdagangan orang (trafficking), peningkatan pemahaman penyalahgunaan narkoba melalui life skill dan parenting skill.
  6. Meningkatkan kesadaran hidup bergotong royong, kesetiakawanan sosial, keamanan lingkungan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan lain lainnya.
  7. Memberdayakan LANSIA dalam kegiatan yang produktif dan menjadi teladan  dalam keluarga dan lingkungannya.

2. Pokja II

Mengelola Program Pendidikan dan Ketrampilan dan Pengembangan Kehidupan Berkoperasi.

Tugas :

  1. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan dalam keluarga, peningkatan jenis dan mutu kader, peningkatan pengetahuan TP PKK dan kelompok-kelompok PKK dan Dasawisma melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.
  2. Melaksanakan dan mengembangkan kegiatan program Bina Keluarga Balita (BKB).
  3. Memantapkan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A dan B dan C
  4. Meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran dalam keluarga tentang pentingnya pendidikan anak sejak usia dini (0-6) tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan usianya.
  5. Membantu program Keaksaraan Fungsional (KF) dalam rangka meningkatkan pendidikan keluarga.
  6. Meningkatkan kelompok dan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.
  7. Memotivasi keluarga tentang manfaat koperasi sebagai salah satu upaya perbaikan ekonomi keluarga dan mendorong terbentuknya koperasi yang dikelola oleh PKK.
  8. Identifikasi kebutuhan pelatihan.
  9. Menyusun modul-modul pelatihan.
  10. Berparitisipasi dalam Forum PAUD bekerjasama dengan Pokja IV yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
  11. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pendidikan dasar untuk semua sesuai dengan tujuan MGDs yaitu agar setiap anak laki-laki dan perempuan mendapatkan dan menyelesaikan pendidikan dasar.

3. Pokja III

Mengelola program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga .

Tugas :

  1. Mengupayakan ketahanan keluarga dibidang pangan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan.
  2. Meningkatkan penganekaragaman tanaman pangan dalam upaya peningkatan gizi keluarga menuju keluarga yang berkualitas.
  3. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang Beragam, Bergizi, Berimbang (3B), yang aman dan berbasis sumber daya lokal.
  4. Mengusahakan pemanfaatan lahan baik darat maupun air, minimal untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.
  5. Berperan dan membantu dalam program Cadangan Pangan Masyarakat.
  6. Memantapkan Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK).
  7. Memanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam upaya meringankan beban kerja sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien.
  8. Membudayakan “Aku Cinta Makanan Indonesia” dan “Aku Cinta Produksi Indonesia” sehingga menumbuhkan rasa bangga.
  9. Mensosialisasikan pola pangan  3B untuk  keluarga khususnya bagi balita dan lansia.
  10. Meningkatkan penggunaan bahan sandang dalam negeri  serta mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan pemasarannya.
  11. Mengembangkan kreatifitas Usaha Kecil Mikro (UKM) dengan berbagai produk busana, cinderamata khas daerah untuk menunjang pariwisata.
  12. Mendorong terciptanya lapangan/kesempatan kerja di bidang jasa, sandang, pangan dan perumahan.
  13. Memasyarakatkan rumah sehat dan layak huni sebagai upaya terwujudnya kualitas hidup keluarga.
  14. Memantapkan pemahaman tentang fungsi rumah sebagai tempat tumbuh kembang keluarga harmonis.
  15. Meningkatkan jalinan kerjasama dengan institusi terkait.
  16. Melaksanakan PMT- AS terkoordinasi dan terpadu.
  17. Sosialisasi program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dalam rangka mencerdaskan bangsa.
  18. Melaksanakan Program Nasional Gerakan Perempuan, Tanam, Tebar dan Pelihara Pohon untuk mengantisipasi akibat perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga.
  19. Menjaga kelestarian hutan.

4. Pokja IV

Mengelola Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencnaan Sehat.

Tugas:

  1. Meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan millennium
  2. Meningkatkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  3. Mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan POSYANDU
  4. Memonitor pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP)
  5. Melaksanakan pencatatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran dan kematian bayi dan balita
  6. Tanam dan pelihara pohon dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan.
  7. Mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dengan melaksanakan program KB agar tercapai generasi yang sehat, cerdas dan tangguh.
  8. Meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup hemat, membudayakan kebiasaan menabung dan melaksanakan  tatalaksana keuangan keluarga dalam rangka mendukung perencanaan sehat.

Pembentukan panitia bersih desa/selamatan desa Kelurahan Curahgrinting

Pada tanggal 11 September 2017 jam 19.17 WIB Kantor Kelurahan Curahgrinting mengadakan kegiatan dalam rangka memperingati Tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H yang jatuh pada tanggal 21 September 2017. Maka Kelurahan Curahgrinting bekerjasama dengan TOMAS, TOGA, TODA serta LPM bermaksud untuk mengadakan kegiatan berupa “Bersih Desa/Selamatan Desa dan Pemberian Santunan Anak Yatim”

Acara tersebut di hadiri oleh TOMAS, TOGA, TODA, LPM, Ketua RW dan Ketua RT beserta ibu kader yang ikut serta dalam rangka tersebut, Acara di buka oleh Lurah Curahgrinting dan memberikan sambutan untuk semua persiapan yang akan di lakukan pada saat acara 1 Muharram tersebut. Kegiatan “Bersih Desa/Selamatan Desa dan Pemberian Santunan Anak Yatim” biasanya kerja bhakti setiap masing-masing RW, dan pengajian.

Tahun baru Hijriyah jatuh setiap tanggal 1 Muharram dalam kalender Islam. Dalam sejarahanya, tahun pertama Hijriyah ditetapkan oleh Umar bin Al-Khattab untuk menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah di tahun 622 sesudah masehi. Untuk tahun ini, Tahun baru Hijriyah 1439 jatuh pada hari Kamis tanggal 21 September 2017.

Walaupun di saat itu bangsa Arab sudah mengenal kalender bulan dengan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Dzulhijjah sebagai bulan ke-12, masyarakat Arab mengenali tahun dengan menamainya dengan peristiwa penting yang terjadi di tahun tersebut. Misalnya sejarah kelahiran Nabi Muhammad Saw yang dikenal dengan nama “Tahun Gajah”, karena pada tahun tersebut terjadi penyerangan terhadap Ka’bah oleh pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.

Digunakannya sistem perhitungan tahun baru Hijriyah bermula di masa Umar bin Al-Khattab r.a. atau 6 tahun pasca wafatnya Nabi SAW. Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para sahabat dan mereka bersepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah Nabi SAW dari Mekah ke Madina sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Di Indonesia, tahun baru Hijriah disambut meriah khususnya oleh masyarakat Jawa yang juga merayakan 1 Muharram atau 1 Suro. Masyarakat Jawa mulai merayakan tahun baru Hijriyah di abad ke-16 ketika Sultan Agung menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa dan memadukan tradisi Jawa dengan Islam dalam upaya memperluas ajaran Islam di bumi nusantara.

 

Kegiatan kurban hari raya Idul Adha di Kelurahan Curahgrinting

 Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. (Baca juga: Pengertian Qurban Secara Lengkap dengan Penjelasannya).

Jika kita menengok sisi historis dari perayaan Idul Adha ini, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim, yaitu ketika Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusu. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupin istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Tepat pada tanggal 1 September 2017 adalah hari besar bagi umat islam untuk merayakan hari raya Idul Adha dan berbagi kegiatan yang dilakukan oleh umat beragama islam di antaranya berkurban bagi mereka yang mampu, dan salah satunya warga Kelurahan Curahgrinting yang berlokasi di Musholla Al Mubarok jalan citarum blok Bc, A, dan kavling RT 4 RW 4. Kurban yang di sumbangkan 2 ekor sapi dan 12 ekor kambing, daging tersebut dibagikan kepada warga yang kurang mampu.

Pembagian honor RT dan RW Kelurahan Se-Kecamatan Kanigaran

Pada tanggal 29 Agustus 2017 acara pembagian honor RT dan RW Kelurahan Se-Kecamatan Kanigaran kota Probolinggo yang di laksanakan jam 08.00 WIB, acara pembagian tersebut di buka oleh Bapak Camat Boedi Harjanto, S.Sos,M.si selaku Camat Kanigaran Kota Probolinggo serta menghadirkan Lurah Se-Kecamatan Kanigaran dan Kasie Pemerintahan dari masing-masing Kelurahan tersebut yang terdari Kelurahan Kanigaran, Kelurahan Tisnonegaran, Kelurahan Curahgrinting, Kelurahan Sukoharjo, Kelurahan Kebonsari Wetan dan Kelurahan Kebonsari Kulon.

Acara tersebut Bapak Camat juga menyampaikan kepada ketua RT dan RW untuk meningkatkan kinerjanya dikarenakan tahun depan sudah Pilkada, agar lebih menertibkan lagi masalah kependudukannya di masing-masing wilayah. Dan untuk laporan RT dan RW diharapkan untuk mengumpulkan laporannya satu minggu sebelum pembagian honor tersebut, dan pembagiannya di bagikan setiap tiga bulan sekali (triwulan). Nominal yang di peroleh Ketua RT dan RW setiap bulannya 125.000 (perbulan).

 

COKLIT (pencocokan dan penelitian) Kelurahan Curahgrinting

Pada tanggal 22 Agustus 2017 jam 09.00 WIB Kelurahan Curahgrinting mengadakan acara COKLIT (pencocokan dan penelitian) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Probolinggo, acara tersebut di hadiri oleh nara sumber dari capil, ketua RT dan ketua RW Kelurahan Curahgrinting dan di buka acara tersebut oleh Lurah Curahgrinting dan Bapak Lurah menyampaikan agar program dari Dispenduk Capil tersebut segera di laksanakan karena ada tata cara pencocokan dan penelitian dari capil di antaranya :

 

  • Batas waktu pelaksanaan COKLIT :
    RT : selesai sosialisasi s/d tanggal 25 September 2017

RW : mengambil berkas dari masing-masing RT tanggal 26 September 2017 s/d 2 Oktober 2017.

  • Kelurahan membuat rekapitulasi dan menyerahkan ke DISPENDUKCAPIL tanggal 5 Oktober 2017.
  • Honor petugas COKLIT : Ketua RT mendapatkan Rp 2.000,- / perlembar dan Ketua RW mendapatkan Rp 750,- / per lembar

Prosedur yang harus di dilakukan oleh ketua RT dan ketua RW di antaranya :

  1. Mencocokan dan meneliti data warga sesuai dengan domisili warga per RT berdasarkan Kartu Keluarga.
  2. Apabila ada warga yang masih memiliki Kartu Keluarga yang tanda tangan CAMAT di haruskan mengganti Kartu Keluarga yang tanda tangan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Probolinggo (membawa KK asli langsung ke kecamatan selama tidak ada perubahan data).
  3. Apabila print out ada tetapi warganya tidak ada maka petugas pendata (ketua RT) harus mencoret dan memberikan keterangan pindah atau meninggal.
  4. Apabila print out tidak ada tetapi warganya ada maka petugas pendata (ketua RT) harus menerangkan kepada warga tersebut tentang asal warga tersebut dan segera mengurus surat pindah

 

 

JADWAL SEMIPRO (seminggu di Kota Probolinggo) Tahun 2017

Setiap Tahun event paling bergengsi kota Probolinggo ini rutin dilaksanakan. Tidak jauh berbeda dengan event pada tahun-tahun sebelumnya, Semipro selalu menyuguhkan sajian yang menunjukkan jati diri kota Probolinggo yang beraneka etnis, baik itu etnis madura, etnis arab maupun etnis tionghoa yang sudah lama tinggal dan menjadi warga Probolinggo sejak dulu kala.

SEMIPRO merupakan singkatan dari “ Seminggu di kota Probolinggo “. Adalah sebuah event wisata seni budaya yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya oleh pemkot Probolinggo dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Event tersebut kali pertama diadakan pada tahun 2009, dan uniknya setiap tahun acara ini memiliki tema yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat masyarakat menjadi sangat antusias untuk ikut meramaikan pergelaran akbar tersebut. Dan kali ini bertemakan “Lokal Berbudaya” diangkat sebagai salah satu tajuk dalam event Probolinggo terbesar ini.

Pada awalnya event SEMIPRO hanya digunakan untuk pengembangan potensi daerah yang selama ini telah terpendam. Namun seiring waktu muncul berbagai ide yang bertujuan memajukan segi kepariwisataan dan juga mengangkat tradisi daerah yang selama ini ditinggalkan oleh masyarakat. Maka tak heran jika banyak terdapat pertunjukan-pertunjukan seni yang memenuhi agenda semipro.

Semipro sendiri bertujuan meningkatkan perekonomian kerakyatan dan budaya lokal yang ada di Probolinggo. Maka dari itu pemerintah telah memberikan tempat bagi para UKM dengan memberikan kesempatan untuk menampilkan produk-produk lokal unggulan, tak terkecuali wisata kuliner khas daerah.

Disamping itu acara ini juga menjadi ajang kreatifitas anak muda, dengan harapan putra daerah termotivasi untuk mengembangkan potensi daerah setempat, sehingga tujuan utama bisa terpenuhi yaitu pencarian jati diri dan brand kota Probolinggo yang sesungguhnya.

SEMIPRO 2017 menurut rencana akan digelar mulai dari tanggal 28 Agustus – 4 September 2017 dengan berpusat di Alun-Alun Kota Probolinggo.

Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Lomba Kasti & Hadang 8-10
Agt 2017
07.00 SMAN 4 Prob
Lomba Egrang 10
Agt 2017
07.00 SMAN 4 Prob
Invitasi Bola Volly 10-19
Agt 2017
14.00 Alun-alun Kota Prob
Lomba Terompah Panjang 11
Agt 2017
07.00 SMAN Prob
Lomba Keroncong Remaja 11
Agt 2017
08.00 Gedung kesenian
Final Keroncong Remaja 12
Agt 2017
14.00 Museum Prob
Lomba Jula Juli 19
Agt 2017
08.00 Museum Prob
Tarik tambang & Panjat Pinang 20
Agt 2017
07.00 Alun-alun Kota Prob
Sudirman Fashion parade 25
Agt 2017
19.00 kantor Pemkot Prob
Karapan Kambing 26-27
Agt 2017
08.00 Jl. Progo Jrebeng Kulon
kesenian Ludruk 26
Agt 2017
19.30 Lap. Jati
Water Battle 27
Agt 2017
05.00 Start Kantor Dinkes Kota Prob
(Selatan Alun-alun Kota Prob)
Lomba Mancing bandeng 27
Agt 2017
08.00 Kolam Pancing DKP (JLU Prob)
Gebyar Kuliner Nusantara 28 Agt –
3 Sep 2017
15.00 Alun-alun Kota Prob
Pameran produk unggulan 28 Agt –
3 Sep 2017
10.00 Alun-alun Kota Prob
GRAND OPENING “SEMIPRO” 28
Agt 2017
19.30 Alun-alun Kota Prob
karapan Sapi Brujul 29-30
Agt 2017
08.00 Jl. Kyai Syafi’i Jrebeng Kidul
Apresiasi budaya Pendalungan 29
Agt 2017
19.30 Alun-alun kota prob
Jazz Mangrove & Launching Kuda Troya 29
Agt 2017
19.30 BJBR
sarasehan bisnis UKM 30
Agt 2017
08.00 Hotel Bromo View prob
urban Sport DJ Perform & Band Perform 30
Agt 2017
19.00 Museum prob
Coaching Clinic Airsoftgun 30
Agt 2017
19.00 Museum Prob
Budaya Etnis Tionghoa 30
Agt 2017
19.30 Alun-alun Kota Prob
Panjat Tebing 1-3
Sep 2017
15.00 GOR A Yani
Musik Akustik & Keroncong Tentrem 1
Sep 2017
19.00 Museum Dr. Saleh
pengajian Akbar, hadrah, samroh, & perkusi pelajar 1
Sep 2017
19.30 Alun-alun Kota Prob
Festival jaran Bodhag 2
Sep 2017
13.00 Museum Prob
Budaya Etnis Arab 2
Sep 2017
19.30 Alun-alun Kota Prob
Renang 3
Sep 2017
07.00 Kolam Renang Olympic
balap Sepeda BMX 3
Sep 2017
07.00 GOR Mastrip
Atraksi Budaya Nusantara 3
Sep 2017
12.00 Stadion bayuangga
Keroncong 3
Sep 2017
19.30 Alun-alun Kota Prob
Jazz Glaser 3
Sep 2017
19.30 Bundaran Gladak Serang
Upacara Hari Jadi Kota Prob 4
Sep 2017
07.00 Stadion Bayuangga
Closing “SEMIPRO” 4
Sep 2017
19.00 Alun-alun Kota Prob